Showing posts with label Jaringan Dasar. Show all posts
Showing posts with label Jaringan Dasar. Show all posts

Vlan Router on Stick (RoS)

Routing on a stick ini adalah materi lanjutan dari vlan legacy. Agak anak ketika saya konfig dengan menggunakan komputer kampus hasilnya tidak connected. Padahal saya rasa tidak ada yang salah dari konfigurasi yang sudah saya lakukan. Saya coba dengan menggunakan laptop sendiri dan walhasilnya connected. hehehe ya sudah lah mungkin komputer kampus sudah mulai menua dan kelelahan. Silahkan didownload file paket tracer untuk pembelajaran dirumah. 

download konfigurasi router on stick

Vlan Legacy

hari ini ngajar mata kuliah routing and switching tepat dengan materi inter vlan routing. inter vlan routing itu sendiri ada dua macam. pertama vlan legacy dan kedua adalah routing on a stick (ros). silahkan download hasil konfigurasi yang sudah saya buat sesuai dengan topologi disamping ini.

untuk konfigurasi routing on a stick ada disni






download konfigurasi packet tracer

Menghitung Wild Casd Mask

Berbicara tentang wildcard mask maka kita akan nyambung nyambung ke ip addrsess dan subnet mask seperti pembahasan yang telah lalu. Tentu anda masih ingat apa itu IP Address, Jika anda lupa silahkan lihat disini. Sebenarnya apa sih itu wildcard mask? apa fungsi dari wildcard mask itu sendiri? bedanya apa dengan subnet mask? dll. mari kita simak pembahasan berikut ini.

Wildcard mask adalah kumpulan urutan angka angka sepanjang 32 bit dalam bentuk bilangan biner yang dikonversikan kedalam bentuk desimal (0 dan 1) dan ditulis maksimal 255 sama halnya dengan subnet mask. Karena sama dengan subnet mask maka wildcard mask memilik 4 oktet dengan masing masing okter terdiri dari delapan bit. Wildcard mask memiliki fungsi untuk mengefektifkan paket data yang melintasi router. Biasanya wildcard mask digunakan ketika kita mengkonfigurasi routing seperti OSPF dan Access Control List(ACL).

sebagai contoh pada perintah routing ospf

Router(config)#route ospf 10
Router(config-router)#network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.11.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#exit

Jika kita lihat pada perintah ospf kita harus menentukan network 192.168.10.0/24 dan 192.168.11.0/24 agar dapat saling terhubung satu sama lain. Pada kedua network tersebut didapatkan subnet mask 255.255.255.0. Loh dapat dari mana? kan pada network tersebut prefixnya /24, maka subnet masknya adalah 255.255.255.0. Nah yang disebut wildcard masknya adalah bagian yang saya beri tulisan tebal yaitu 0.0.0.255.

Sekarang untuk mendapatkan nilai tersebut bagaimana? yuk ikuti aturan berikut ini.
1) wildcard mask memiliki nilai biner 0 dan 1
2) wildcard mask ditulis dalam bilang biner maksimal 255
3) wildcard mask bernilai 1 jika subnet masknya 0 dan bernilai 0 jika subnet masknya 1

Berdasarkan ip diatas maka jika kita jabarkan maka seperti dibawah ini.
Nilai pada subnet mask 255 adalah 11111111. Jika nilai subnet mask adalah 1 maka nilai pada wildcard masknya adalah 0 dan kebalikannnya. Biner 11111111 kebalikannya adalah 00000000 maka jika didesimalkan menjadi 0. Begitu juga dengan nilai 0 pada subnet mask yang bernilai binernya 00000000 maka wildcard masknya adalah kebalikannya 11111111 maka desimalnya adalah 255. Jumlah keempat oktet tersebut adalah 0.0.0.255 sama dengan kebalikan dari subnet mask 255.255.255.0.

Contoh lagi routing ospf pada ip address 172.16.0.0/16 dan 10.0.0.0/8.

#route ospf 10
#network 172.16.0.0 0.0.255.255 area 0
#route ospf 10
#network 10.0.0.0 0.255.255.255 area 0



Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa sebenarnya wildcard mask itu adalah nilai kebalikan dari subnet mask. Wildcard mask digunakan sebagai ganti dari pada subnet mask untuk menentukan prefix dalam jaringan. ini adalah perhitungan wildcard mask pada ip address class full. Bagaimana jika sudah menerapkan konsep subneting dengan nilai prefix seumpama /14, /21/. /30 dst ? pembahasan akan kita sambung pada postingan yang akan datang (andry).

Mengapa Bingung dengan VLSM ?

Variable Length Subnet Mask atau yang akrab disebut VLSM adalah pengembangan dari teknik subnetting klasik. Jika pada subnetting sebuah jaringan akan dibagi menjadi beberapa subnetwork dengan host yang sama rata. Maka dengan VLSM subnet akan dibagi berdasarkan kebutuhan. Sebagai contoh jika pada subneting dengan ip 192.168.10.0/25 maka akan ada dua subnet dengan masing masing subnet 128 host. Namun apa yang terjadi jika kebutuhan jaringan hanya 50 user. Tentu akan jadi pemborosan ip. Kedua jika terjadi subnet jaringan sebanyak lima maka subnetting tidak bisa membagi sebanyak lima karena subnetting hanya bisa membagi dengan perpangkatan 2 dua (2,4,8,16,32,64).

Perhitungan VLSM tidak berbeda dengan perhitungan subnetting sebelumnnya dengan menggunakan teknik pengurangan dari 255.255.255.255. Masih ingat kah ? jika lupa monggo balik ke pembahasan sebelumnya. Syarat perhitungan VLSM adalah dengan mengurutkan jumlah kebutuhan terbesar terlebih dahulu. Untuk perhitungan nilai prefixnya kita tetap mengacu kepada tabel subneting dibawah ini.

Sebuah perusahaan akan membangun infarstruktur jaringan untuk mempermudah pekerjaan. Perusahaan tersebut memiliki beberapa unit kerja seperti direktur, manager, staff administrasi, staff keuangan dan marketing. Jumlah kebutuhan host  marketing yaitu 1000 host. Kemudian untuk manager sebanyak 12 host,direktur 2 host,staff keuangan 50 host dan terakhir staff administrasi sebanyak 250 host. Maka tentukan pembagian ip berdasarkan VLSM dengan ip 172.16.0.0/16. 

Syarat perhitungan VLSM:

1) Tentukan pembagian ip mulai dari yang besar ke kecil
2) Tentukan nilai prefix dari masing masing kebutuhan dengan mencari nilai host yang mencukupi
3) Tentukan nilai subnet mask pada masing masing prefix
4) Lakukan pengurangan pada 255.255.255.255 dengan nilai subnet. Hasil pengurangan inilah yang akan jadi nilai ip broadcast

Jawab 

1) - Marketing  = 1000 host
    - Staff administrasi = 250 host
    - Staff Keuangan = 50 host
    - Manager = 12 host
    - Direktur  = 2 host
2) - Marketing  = /22
    - Staff administrasi = /24
    - Staff Keuangan = /26
    - Manager = /28
    - Direktur  = /30
3) - Marketing  = 255.255.252.0
    - Staff administrasi = 255.255.255.0
    - Staff Keuangan = 255.255.255.192
    - Manager = 255.255.255.240
    - Direktur  =  255.255.255.252
4) - Marketing  = 255.255.255.255 - 255.255.252.0 = 0.0.3.255
    - Staff administrasi = 255.255.255.255 - 255.255.255.0 = 0.0.0.255
    - Staff Keuangan = 255.255.255.255 - 255.255.255.192 = 0.0.0.63
    - Manager = 255.255.255.255 - 255.255.255.240 = 0.0.0.15
    - Direktur  =  255.255.255.255 - 255.255.255.252 = 0.0.0.3

Dari Hasil diatas maka didapat nilai brodcast dengan menambahkan hasil perhitungan no 4 dengan network address . 
    - Marketing  = 172.16.0.0 + 0.0.3.255 = 172.16.3.255 (Alamat Broadcast)
    - Staff administrasi =  172.16.4.0 + 0.0.0.255 = 172.16.4.255 (Alamat Broadcast)
    - Staff Keuangan = 172.16.5.0 + 0.0.0.63 = 172.16.5.63 (Alamat Broadcast)
    - Manager = 172.16.5.64 +  0.0.0.15 = 172.16.5.79 (Alamat Broadcast)
    - Direktur  =  172.16.5.80 +  0.0.0.3 = 172.16.5.83 (Alamat Broadcast)


Kesimpulan dari perhitungan diatas adalah : 
1) Jika sudah didapatkan nilai broadcastnya maka untuk mencari nilai ip terakhirnya hanya tinggal mengurangkan 1 digit dari nilai broadcastnya (lihat table)
2) Jika sudah didapatkan nilai broadcastnya maka untuk mencari nilai Sub-Network hanya tinggal menambahkan 1 digit dari nilai broadcastnya (lihat table)
Demikianlah perhitungan nilai vlsm semoga dapat membantu terutama untuk mahasiswa mahasiswa saya dan seorang teman kerja yang bingung dengan subneting dan vlsm :) (Andry Maulana)

Mikrotik Configuration

Cisco Networking